EFEKTIFITAS
PENGOBATAN PENYAKIT DIABATES MILLETUS DENGAN PENGOBATAN KONVENSIONAL DAN MODERN
Diabetes
mellitus adalah salah satu penyakit berbahaya yang di derita oleh masyarakat
Indonesia. Hampir 99 % masyarakat Indonesia mati karena penyakit tersebut. Masyarakat
Indonesia mudah sekali terserang oleh penyakit diabetes mellitus karena
dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya ialah faktor keturunan atau
genetik, obesitas atau kegemukan, kurangnya aktivitas fisik, merokok,
mengonsumsi makanan yang berkolesterol tinggi, stres dalam jangka waktu yang
lama. Diabetes mellitus merupakan penyakit yang di sebabkan oleh gangguan
metabolisme karbohidrat yang berlangsung secara kronis, yang suatu saat dapat
menyebabkan berbagai komplikasi yang bersifat kronis pula. Adanya gangguan yang
akhirnya mengakibatkan komplikasi yang kronis tersebut seharusnya masyarakat
Indonesia lebih bisa memahami dan menjaga pola makan yang sehat, kurangi makan
makanan yang berkolesterol tinggi ataupun faktor yang lain. Keadaan masyarakat
Indonesia yang menderita penyakit diabetes milletus saat ini ialah sangat parah
karena semakin tinggi jumlah penderitanya. Meningkatnya jumlah penderita
diabetes mellitus tersebut menyebabkan peningkatan kejadian komplikasi diabetes
diantaranya luka pada kaki, yang akhirnya kebanyakan masyarakat harus
mengamputasi kakinya karena terjadi komplikasi luka di kakinya. Komplikasi luka
dikaki pada sipenderita diabetes dapat dijumpai dalam berbagai stadium yang
masing-masing membutuhkan perawatan tersendiri, mulai dari stadium ringan yang
cukup menggunakan alat-alat sederhana sampai stadium lebih berat yang harus
menggunakan sarana prasarana dan seorang perawat khusus diabetes. Dilihat dari peristiwa yang dialami ialah karena
pada dasarnya masyarakat yang mengidap penyakit diabetes sebenarnya sudah bisa
menunjukan dan merasakan berbagai gejala awal yang sebenarnya sangat mudah
dikenali. Namun karena ketidak tahuannya, seringnya penderita mengabaikan
berbagai gejala dan tanda penyakit tersebut
dan baru sadar apabila kondisinya parah dan sulit untuk ditangani.
Alangkah baiknya masyarakat Indonesia yang menderita penyakit diabetes memahami
gejala-gejalanya diantaranya seringnya buang air kecil dalam jumlah banyak
dimalam hari, hal ini terjadi karena kadar gula dalam darah sangat tinggi dan
tidak bisa ditoleransi oleh organ ginjal, akhirnya kadar gula dalam air seni
pun menjadi pekat dan akhirnya memaksa ginjal untuk menarik air dalam jumlah yang
banyak. Lalu gejala selanjutnya ialah sering merasa haus yang hebat, hal ini
terjadi karena sedang berlangsungnya penarikan cairan yang banyak oleh ginjal
dari situ penderita akan merasa lebih cepat merasa haus dan ingin minum terus.
Seringnya merasa cepat lelah dan lemas itu juga termasuk gejala awal bagi
penderita diabetes , hal ini terjadi karena sel-sel tubuh kekurangan energi
akibat tidak bisa masuknya gula kedalam sel, akhirnya sel tubuh kekurangan
energi dan tubuh pun merasa cepat lemas dan lelah. Dan hal yang paling
memperparah gejala awal ialah disaat yang sama otak akan merespon bahwa
penderita ini kurang makan sehingga akan terasa sering lapar dan merangsang
untuk terus makan, jika rasa laparnya dituruti dengan banyak semakin banyak
juga penumpukan kadar gula didalam darah. Seandainya gejala-gejala awal bisa
dipahami dan faktor-faktor yang mempengaruhi bisa dihindari pasti penyakit
diabetes mellitus akan jauh dari tubuh. Dengan menerapkan pola hidup sehat
semua penyakit sekecil apapun bahkan sampai yang separah diabetes mellitus
tidak akan mudah masuk ketubuh contohnya sering membiasakan dengan mengatur
pola makan yang sehat, olah raga setiap pagi atau seminggu 3 kali, mengatur
pola tidur dan istirahat yang tepat , merawat diri dengan baik, mandi 2 kali
sehari, dll. Pengobatan bagi masyarakat Indonesia yang menderita penyakit
diabetes mellitus dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan cara konvensional
dan modern. Semua obat pasti memiliki efek samping sendiri-sendiri ketika
konsumen mengonsumsinya. Tidak terkecuali dengan pemberian obat secara
konvensional dan modern ini yang mana akan membantu sekali dalam proses
penyembuhan penderita penyakit diabetes mellitus. Tentunya pemberian obat
dengan cara konvensional dan modern ini mempunyai keunggulan dimana obat yang
diberikan adalah obat yang paling praktis diberikan dan dikonsumsi oleh
sipenderita.
a.
Definisi diabetes mellitus
‘’
Diabates
mellitus ( DM ) didenifisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme
kronis dengan multi etimologi yang di tandai dengan tingginya kadar gula darah
disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai
akibat insufusiensi fungsi insulin. Insufusiensi fungsi insulin dapat
disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta
Langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel
terhadap insulin (WHO, 1999)’’ 1.’’ Insulin yang dihasilkan oleh
kelenjar pankreas sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa darah
yaitu untuk orang yang normal ( non diabetes ) waktu puasa antara 60-120 mg/dL
dan dua jam sesudah makan dibawah 140 mg/dL. Bila terjadi gangguan pada kerja
insulin, keseimbangan tersebut akan terganggu sehingga kadar glukosa darah
cenderung naik. Gejala bagi penderita diabetes mellitus adanya dengan keluhan
banyak minum ( polidipsi ), banyak makan ( poliphagia ), buang air kecil (
poliuri ), badan lemas serta penurunan berat badan yang tidak jelas
penyebabnya, kadar gula pada waktu puasa ≥ 126 mg/Dl dan kadar gula darah sewaktu
≥ 200 mg/dL ( Badawi, 2009 )’’ 2. Adanya keterkaitan didua sumber
dan alat prosedur yang digunakan menguatkan, dalam memberikan penjelasan cukup
jelas dimengerti oleh khalayak umum.
b.
Penyebab diabetes mellitus
Banyak
penyebab penderita diabetes mellitus menderita penyakit tersebut diantaranya
ialah :
1.
Usia di atas 45 tahun
Di
katergorikan salah satu penyebab terjadinya penyakit diabetes meliitus karena
menurunnya fungsi organ yang berada didalam tubuh ketika sel beta di pankreas
ketika beraktifitas menghasilkan insulin berkurang lalu sensitifitas jaringan
selnya menurun sehingga tidak bisa menerima insulin 2.
2.
Obesitas atau kegemukan
Jaringan
lemak dan otot menurun sehingga dapat memicu terjadi penyakit diabetes mellitus
2.
3.
Pola makan
Pola
makan yang tidak memenuhi kebutuhan akan meningkatkan penyebab terjadinya
diabetes mellitus seperti makan gorengan yang mengandung gizi minim dan makanan
instan yang sering gemari oleh masyarakat diperkotaan 2.
4.
Riawayat diabetes dalam keluarga
‘’
sekitar 15-20 % penderita NIDDM ( Non Insulin Dependen Diabetes Mellitus )
mempunyai riwayat keluarga diabetes mellitus, sedangkan IDDM ( Insulin Dependem
Diabetes Mellitus ) sebanyak 27 % berasal dari keluarga diabetes mellitus’’ 2.
5.
Kurangnya berolah raga dan
aktivitas
‘’Olahraga
dapat dilakukan 3-5 kali seminggu, kurang berolahraga dapat menurunkan
sensitifitas sel terhadap insulin dapat menurun sehingga dapat mengakibatkan penumpukan
lemak dalam tubuh yang dapat menyebabkan
diabetes
mellitus ( Waspadji, 2002 )’’ 2.
6.
‘’Pernah mengalami gannguan
toleransi glukosa kemudian normal kembali’’ 4.
7.
‘’ Pernah melahirkan bayi dengan
berat lahir dari 4 kilogram’’ 4.
Saling
ada keterkaitan namun referensi no 4 kurang detail dan proses pengumpulan
datanya belum akurat.
c.
Pengobatan dengan cara herbal
Tanaman petai cina ‘’(Leucaena leucocephala Lamk.de Wit)’’ adalah salah satu jenis
tanaman yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah.’’ Menurut Widiowati et al.(1997), bagian dari tanaman ini
yang dapat berfungsi untuk menurunkan kadar gula di dalam darah adalah bijinya.
Penelitian mengenai efek hipoglikemik tanaman petai cina ‘’(Leucaena leucocephala Lamk. De Wit)’’
sudah banyak diteliti dengan model percobaan tikus putih jantan oleh Mujianto
(1987) dan Haedani (1991) dan kelinci oleh Widowati et al. (1997)’’ 5. Menurut Thomas (1992), biji petai
cina ‘’(Leucaena Leucophala Lamk. de
Wit)’’ mempunyai efek farmakologi. Efek yang ditimbulkan ialah dapat mengobati
beberapa penyakit diantaranya diabetes mellitus, cacingan, mengobati luka baru
dengan bengkak, tlusuben (benda-benda yang masuk ke dalam daging, seperti kayu,
bambu, dan sebagainya) serta mampu meningkatkan gairah seks 5. Dengan
campuran berbagai jenis tanaman yang diolah menjadi jamu juga dapat menyembuhkan
penyakit diabetes mellitus seperti halnya campuran daun salam 15 lembar, empu
temulawak 5 lembar, temu ireng 15 lembar, kencur 15 lembar, brotowali 15 lembar.
Cara tersebut biasanya dilakukan oleh masyarakat di daerah sekitas DKI Jakarta. Selain di DKI
Jakarta ada pula tempat lain yang meramu obat untuk mengobati penyakit diabetes
mellitus seperti halnya di daerah DIY campuran brotowali, sambiloto, remujung,
legundi, widoro laut, kapula, direbus 1 botol besar dimunum 2 kali sehari dalam
1 gelas sampai darah gula turun. Lalu di daerah Surabaya biasanya meramu ramuan
seperti daun sambiloto 5 gram, daun dandang gendis 5 lembar, daun salam 5
lembar, lembar, temulawak 3 ruas, kunir
3 ruas, garam secukupnya lalu ditambah 1 liter air dan direbus sampai setengah
liter diminum 3 kali sehari sampai normal 3. Sumber yang ketiga
kurang adanya penguatan hasil kesehatan apakah benar-benar baik dikonsumsi
sehari-hari. Antara kedua sumber di kehidupan sehari-hari belom menemukan data
yang akurat.
d.
Pengobatan dengan cara non verbal
Menurut Widowati et al. (1997), pemberian obat-obatan
Oral Anti Diabetik (OAD) atau pemberian
menggunakan suntikan insulin bisa dilakukan untuk pengobatan penyakit diabetes
mellitus 5. Obat hidroglikemik seperti sulfonilurea yang berkerja
untuk menstimulasi penglepasan insulin yang tersimpan, menurunkan ambang
sekresi insulin, dan meningkatkan sekresi insulin sebagai akibat rangsangan
glukosa. Obat golongan ini biasanya diberikan kepada perawat untuk pasien
dengan berat badan normal dan masih bisa dikonsumsi bagi pasien yang berat
badannya sedikit lebih. ‘’ Klorpropamid kurang dianjurkan pada keadaan
insufisiensi renal dan orang tua karena resiko hipoglikema yang berkepanjangan,
demikian juga gibenklamid. Glukuidon juga dipakai untuk pasien dengan gangguan
fungsi hati atau ginjal ( Iwan S, 2010)’’ 4. ‘’Menurut Ruslianti (
2008), terapi insulin yang di anjurkan adalah saat pagi hari sebelum sarapan,
dua jam setelah makan, dan malam hari sebelum tidur’’. Selain itu, diperlukan
pula pengukuran pada saat tertentu, misalnya pengukuran yang lebih ketat jika
terjadi hipoglikemi, saat belum olah raga, dan pada kehamilan. Ketika kadar
gula mulai menaik berarti bisa dikatakan berhasil karena glukosa darah pada
saat penderita puasa mencapai 80 samapai 109 mg/dL, kadar glukosa 2 jam yaitu
mencapi 80 sampai 144 mg/dL, dan kadar HB A1c kurang dari 7 %. Cara mengukur
bisa dilihat dari tingkat ketinggian gula darah dengan menggunakan pengukuran
hemoglobin ( Hb) terglikosilasi HBA1c (A1c) selama dua samapai tiga bulan
terakhir 6. Saling adanya kolaborasi antara sumber lima, empat dan
enam semua berarah dengan alur yang baik penguatan data yang baik serta
implementasi yang dilakukan oleh penderita diabetes mellitus juga dijalankan.
e.
Perbandingan antara
pengobatan konvensional dengan pengobatan modern bagi penderita penyakit
diabetes mellitus.
Kelebihan
mengobati penderita penyakit diabetes mellitus dengan cara pengobatan
konvensional ialah harganya lebih terjangkau dan mudah untuk didapatkan namun
ancamannya tidak adanya data yang kuat tentang kesembuhan bagi penderita
penyakit diabetes mellitus. Sedangkan kelebihan ketika menangani penderita yang
mengidap penyakit diabetes mellitus dengan cara pengobatan secara modern ialah
kesehatannya terjamin namun ancamannya adanya efek samping dan biaya yang
ditanggung mahal. Namun pada kenyataannya bagi penderita penyakit diabetes
mellitus lebih menggunakan cara pengobatan secara konvensional dimana obatnya
murah dan bisa dibuat sendiri dirumah.
f.
Kesimpulan
Penyakit
diabetes mellitus adalah penyakit yang disebabkan karena adanya gangguan dari
metabolisme karbohidrat yang berlangsung secara kronis yang akan mengakibatkan
komplikasi berlangsung secara kronis. Penyakit diabetes millitus terjadi karena
adanya beberapa faktor yang mempengaruhi diantanya ialah mengonsumsi makanan
yang berkolesterol tinggi, obesitas atau kegemukan, faktor genetik dari
keluarga, merokok, stress dalam jangka waktu yang lama dan kurangnya aktifitas
fisik. Gejala awal penderita penyakit diabetes mellitus adalah seringngnya
buang air kencing pada malam hari, mudah merasa haus, nafsu makan yang tinggi
dan badan terasa lemas. Penyakit diabetes mellitus bisa dilakukan dengan dua
pengobatan diantaranya pengobatan secara konvensional yang pengobatannya
biasanya diberikan dengan pembuatan ramuan tumbuhan ataupun dengan obat-obatan
herbal dan bisa dilakukan dengan cara pengobatan modern dengan cara memberikan suntikan
insulin dan pemberian obat hidroglekemik.
Daftar pustaka
1.
Muchid abdul,dkk. Pharamaceutical
care untuk penyait diabetes mellitus.2005.1-89.
2.
Anoname. Tinjauan pustaka.1-19.
3.
Siti SS, Yulfira M. Obat
tradisional untuk penyembuhan penyakit diabetes mellitus dari pengobatan
tradisional (BATTRA) di DKI Jakarta, Yagjakarta, Surabaya. Jur EK. Agustus
2003; 2(2):239-248.
4.
Anoname. Tinjauan pustaka.1-13.
5.
Anoname. Tinjauan pustaka.1-13.
6.
Cerika rismayanthi. Terapi
insulin sebagai alternatif pengobatan bagi penderita diabetes.1-10.
0 komentar:
Posting Komentar