Selasa, 22 September 2015

Review Literatur

EFEKTIFITAS PENGOBATAN PENYAKIT DIABATES MILLETUS DENGAN PENGOBATAN KONVENSIONAL DAN MODERN

Diabetes mellitus adalah salah satu penyakit berbahaya yang di derita oleh masyarakat Indonesia. Hampir 99 % masyarakat Indonesia mati karena penyakit tersebut. Masyarakat Indonesia mudah sekali terserang oleh penyakit diabetes mellitus karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya ialah faktor keturunan atau genetik, obesitas atau kegemukan, kurangnya aktivitas fisik, merokok, mengonsumsi makanan yang berkolesterol tinggi, stres dalam jangka waktu yang lama. Diabetes mellitus merupakan penyakit yang di sebabkan oleh gangguan metabolisme karbohidrat yang berlangsung secara kronis, yang suatu saat dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang bersifat kronis pula. Adanya gangguan yang akhirnya mengakibatkan komplikasi yang kronis tersebut seharusnya masyarakat Indonesia lebih bisa memahami dan menjaga pola makan yang sehat, kurangi makan makanan yang berkolesterol tinggi ataupun faktor yang lain. Keadaan masyarakat Indonesia yang menderita penyakit diabetes milletus saat ini ialah sangat parah karena semakin tinggi jumlah penderitanya. Meningkatnya jumlah penderita diabetes mellitus tersebut menyebabkan peningkatan kejadian komplikasi diabetes diantaranya luka pada kaki, yang akhirnya kebanyakan masyarakat harus mengamputasi kakinya karena terjadi komplikasi luka di kakinya. Komplikasi luka dikaki pada sipenderita diabetes dapat dijumpai dalam berbagai stadium yang masing-masing membutuhkan perawatan tersendiri, mulai dari stadium ringan yang cukup menggunakan alat-alat sederhana sampai stadium lebih berat yang harus menggunakan sarana prasarana dan seorang perawat khusus diabetes.  Dilihat dari peristiwa yang dialami ialah karena pada dasarnya masyarakat yang mengidap penyakit diabetes sebenarnya sudah bisa menunjukan dan merasakan berbagai gejala awal yang sebenarnya sangat mudah dikenali. Namun karena ketidak tahuannya, seringnya penderita mengabaikan berbagai gejala dan tanda penyakit tersebut  dan baru sadar apabila kondisinya parah dan sulit untuk ditangani. Alangkah baiknya masyarakat Indonesia yang menderita penyakit diabetes memahami gejala-gejalanya diantaranya seringnya buang air kecil dalam jumlah banyak dimalam hari, hal ini terjadi karena kadar gula dalam darah sangat tinggi dan tidak bisa ditoleransi oleh organ ginjal, akhirnya kadar gula dalam air seni pun menjadi pekat dan akhirnya memaksa ginjal untuk menarik air dalam jumlah yang banyak. Lalu gejala selanjutnya ialah sering merasa haus yang hebat, hal ini terjadi karena sedang berlangsungnya penarikan cairan yang banyak oleh ginjal dari situ penderita akan merasa lebih cepat merasa haus dan ingin minum terus. Seringnya merasa cepat lelah dan lemas itu juga termasuk gejala awal bagi penderita diabetes , hal ini terjadi karena sel-sel tubuh kekurangan energi akibat tidak bisa masuknya gula kedalam sel, akhirnya sel tubuh kekurangan energi dan tubuh pun merasa cepat lemas dan lelah. Dan hal yang paling memperparah gejala awal ialah disaat yang sama otak akan merespon bahwa penderita ini kurang makan sehingga akan terasa sering lapar dan merangsang untuk terus makan, jika rasa laparnya dituruti dengan banyak semakin banyak juga penumpukan kadar gula didalam darah. Seandainya gejala-gejala awal bisa dipahami dan faktor-faktor yang mempengaruhi bisa dihindari pasti penyakit diabetes mellitus akan jauh dari tubuh. Dengan menerapkan pola hidup sehat semua penyakit sekecil apapun bahkan sampai yang separah diabetes mellitus tidak akan mudah masuk ketubuh contohnya sering membiasakan dengan mengatur pola makan yang sehat, olah raga setiap pagi atau seminggu 3 kali, mengatur pola tidur dan istirahat yang tepat , merawat diri dengan baik, mandi 2 kali sehari, dll. Pengobatan bagi masyarakat Indonesia yang menderita penyakit diabetes mellitus dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan cara konvensional dan modern. Semua obat pasti memiliki efek samping sendiri-sendiri ketika konsumen mengonsumsinya. Tidak terkecuali dengan pemberian obat secara konvensional dan modern ini yang mana akan membantu sekali dalam proses penyembuhan penderita penyakit diabetes mellitus. Tentunya pemberian obat dengan cara konvensional dan modern ini mempunyai keunggulan dimana obat yang diberikan adalah obat yang paling praktis diberikan dan dikonsumsi oleh sipenderita.

a.       Definisi diabetes mellitus
            ‘’ Diabates mellitus ( DM ) didenifisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etimologi yang di tandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat insufusiensi fungsi insulin. Insufusiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel terhadap insulin (WHO, 1999)’’ 1.’’ Insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa darah yaitu untuk orang yang normal ( non diabetes ) waktu puasa antara 60-120 mg/dL dan dua jam sesudah makan dibawah 140 mg/dL. Bila terjadi gangguan pada kerja insulin, keseimbangan tersebut akan terganggu sehingga kadar glukosa darah cenderung naik. Gejala bagi penderita diabetes mellitus adanya dengan keluhan banyak minum ( polidipsi ), banyak makan ( poliphagia ), buang air kecil ( poliuri ), badan lemas serta penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya, kadar gula pada waktu puasa ≥ 126 mg/Dl dan kadar gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dL ( Badawi, 2009 )’’ 2. Adanya keterkaitan didua sumber dan alat prosedur yang digunakan menguatkan, dalam memberikan penjelasan cukup jelas dimengerti oleh khalayak umum.

b.      Penyebab diabetes mellitus
Banyak penyebab penderita diabetes mellitus menderita penyakit tersebut diantaranya ialah :
1.      Usia di atas 45 tahun
Di katergorikan salah satu penyebab terjadinya penyakit diabetes meliitus karena menurunnya fungsi organ yang berada didalam tubuh ketika sel beta di pankreas ketika beraktifitas menghasilkan insulin berkurang lalu sensitifitas jaringan selnya menurun sehingga tidak bisa menerima insulin 2.
2.      Obesitas atau kegemukan
Jaringan lemak dan otot menurun sehingga dapat memicu terjadi penyakit diabetes mellitus 2.
3.      Pola makan
Pola makan yang tidak memenuhi kebutuhan akan meningkatkan penyebab terjadinya diabetes mellitus seperti makan gorengan yang mengandung gizi minim dan makanan instan yang sering gemari oleh masyarakat diperkotaan 2.
4.      Riawayat diabetes dalam keluarga
‘’ sekitar 15-20 % penderita NIDDM ( Non Insulin Dependen Diabetes Mellitus ) mempunyai riwayat keluarga diabetes mellitus, sedangkan IDDM ( Insulin Dependem Diabetes Mellitus ) sebanyak 27 % berasal dari keluarga diabetes mellitus’’ 2.
5.      Kurangnya berolah raga dan aktivitas
‘’Olahraga dapat dilakukan 3-5 kali seminggu, kurang berolahraga dapat menurunkan sensitifitas sel terhadap insulin dapat menurun sehingga dapat mengakibatkan penumpukan lemak dalam tubuh yang dapat menyebabkan diabetes mellitus ( Waspadji, 2002 )’’ 2.
6.      ‘’Pernah mengalami gannguan toleransi glukosa kemudian normal kembali’’ 4.
7.      ‘’ Pernah melahirkan bayi dengan berat lahir dari 4 kilogram’’ 4.
Saling ada keterkaitan namun referensi no 4 kurang detail dan proses pengumpulan datanya belum akurat.


c.       Pengobatan dengan cara herbal
Tanaman petai cina ‘’(Leucaena leucocephala Lamk.de Wit)’’ adalah salah satu jenis tanaman yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah.’’ Menurut Widiowati et al.(1997), bagian dari tanaman ini yang dapat berfungsi untuk menurunkan kadar gula di dalam darah adalah bijinya. Penelitian mengenai efek hipoglikemik tanaman petai cina ‘’(Leucaena leucocephala Lamk. De Wit)’’ sudah banyak diteliti dengan model percobaan tikus putih jantan oleh Mujianto (1987) dan Haedani (1991) dan kelinci oleh Widowati et al. (1997)’’ 5. Menurut Thomas (1992), biji petai cina ‘’(Leucaena Leucophala Lamk. de Wit)’’ mempunyai efek farmakologi. Efek yang ditimbulkan ialah dapat mengobati beberapa penyakit diantaranya diabetes mellitus, cacingan, mengobati luka baru dengan bengkak, tlusuben (benda-benda yang masuk ke dalam daging, seperti kayu, bambu, dan sebagainya) serta mampu meningkatkan  gairah seks 5. Dengan campuran berbagai jenis tanaman yang diolah menjadi jamu juga dapat menyembuhkan penyakit diabetes mellitus seperti halnya campuran daun salam 15 lembar, empu temulawak 5 lembar, temu ireng 15 lembar, kencur 15 lembar, brotowali 15 lembar. Cara tersebut biasanya dilakukan oleh masyarakat  di daerah sekitas DKI Jakarta. Selain di DKI Jakarta ada pula tempat lain yang meramu obat untuk mengobati penyakit diabetes mellitus seperti halnya di daerah DIY campuran brotowali, sambiloto, remujung, legundi, widoro laut, kapula, direbus 1 botol besar dimunum 2 kali sehari dalam 1 gelas sampai darah gula turun. Lalu di daerah Surabaya biasanya meramu ramuan seperti daun sambiloto 5 gram, daun dandang gendis 5 lembar, daun salam 5 lembar,  lembar, temulawak 3 ruas, kunir 3 ruas, garam secukupnya lalu ditambah 1 liter air dan direbus sampai setengah liter diminum 3 kali sehari sampai normal 3. Sumber yang ketiga kurang adanya penguatan hasil kesehatan apakah benar-benar baik dikonsumsi sehari-hari. Antara kedua sumber di kehidupan sehari-hari belom menemukan data yang akurat.

d.      Pengobatan dengan cara non verbal
Menurut  Widowati et al. (1997), pemberian obat-obatan  Oral Anti Diabetik (OAD) atau pemberian menggunakan suntikan insulin bisa dilakukan untuk pengobatan penyakit diabetes mellitus 5. Obat hidroglikemik seperti sulfonilurea yang berkerja untuk menstimulasi penglepasan insulin yang tersimpan, menurunkan ambang sekresi insulin, dan meningkatkan sekresi insulin sebagai akibat rangsangan glukosa. Obat golongan ini biasanya diberikan kepada perawat untuk pasien dengan berat badan normal dan masih bisa dikonsumsi bagi pasien yang berat badannya sedikit lebih. ‘’ Klorpropamid kurang dianjurkan pada keadaan insufisiensi renal dan orang tua karena resiko hipoglikema yang berkepanjangan, demikian juga gibenklamid. Glukuidon juga dipakai untuk pasien dengan gangguan fungsi hati atau ginjal ( Iwan S, 2010)’’ 4. ‘’Menurut Ruslianti ( 2008), terapi insulin yang di anjurkan adalah saat pagi hari sebelum sarapan, dua jam setelah makan, dan malam hari sebelum tidur’’. Selain itu, diperlukan pula pengukuran pada saat tertentu, misalnya pengukuran yang lebih ketat jika terjadi hipoglikemi, saat belum olah raga, dan pada kehamilan. Ketika kadar gula mulai menaik berarti bisa dikatakan berhasil karena glukosa darah pada saat penderita puasa mencapai 80 samapai 109 mg/dL, kadar glukosa 2 jam yaitu mencapi 80 sampai 144 mg/dL, dan kadar HB A1c kurang dari 7 %. Cara mengukur bisa dilihat dari tingkat ketinggian gula darah dengan menggunakan pengukuran hemoglobin ( Hb) terglikosilasi HBA1c (A1c) selama dua samapai tiga bulan terakhir 6. Saling adanya kolaborasi antara sumber lima, empat dan enam semua berarah dengan alur yang baik penguatan data yang baik serta implementasi yang dilakukan oleh penderita diabetes mellitus juga dijalankan.



e.       Perbandingan antara pengobatan konvensional dengan pengobatan modern bagi penderita penyakit diabetes mellitus.
Kelebihan mengobati penderita penyakit diabetes mellitus dengan cara pengobatan konvensional ialah harganya lebih terjangkau dan mudah untuk didapatkan namun ancamannya tidak adanya data yang kuat tentang kesembuhan bagi penderita penyakit diabetes mellitus. Sedangkan kelebihan ketika menangani penderita yang mengidap penyakit diabetes mellitus dengan cara pengobatan secara modern ialah kesehatannya terjamin namun ancamannya adanya efek samping dan biaya yang ditanggung mahal. Namun pada kenyataannya bagi penderita penyakit diabetes mellitus lebih menggunakan cara pengobatan secara konvensional dimana obatnya murah dan bisa dibuat sendiri dirumah.
f.       Kesimpulan
      Penyakit diabetes mellitus adalah penyakit yang disebabkan karena adanya gangguan dari metabolisme karbohidrat yang berlangsung secara kronis yang akan mengakibatkan komplikasi berlangsung secara kronis. Penyakit diabetes millitus terjadi karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi diantanya ialah mengonsumsi makanan yang berkolesterol tinggi, obesitas atau kegemukan, faktor genetik dari keluarga, merokok, stress dalam jangka waktu yang lama dan kurangnya aktifitas fisik. Gejala awal penderita penyakit diabetes mellitus adalah seringngnya buang air kencing pada malam hari, mudah merasa haus, nafsu makan yang tinggi dan badan terasa lemas. Penyakit diabetes mellitus bisa dilakukan dengan dua pengobatan diantaranya pengobatan secara konvensional yang pengobatannya biasanya diberikan dengan pembuatan ramuan tumbuhan ataupun dengan obat-obatan herbal dan bisa dilakukan dengan cara pengobatan modern dengan cara memberikan suntikan insulin dan pemberian obat hidroglekemik.





 Daftar pustaka

1.      Muchid abdul,dkk. Pharamaceutical care untuk penyait diabetes mellitus.2005.1-89.
2.      Anoname. Tinjauan pustaka.1-19.
3.      Siti SS, Yulfira M. Obat tradisional untuk penyembuhan penyakit diabetes mellitus dari pengobatan tradisional (BATTRA) di DKI Jakarta, Yagjakarta, Surabaya. Jur EK. Agustus 2003; 2(2):239-248.
4.      Anoname. Tinjauan pustaka.1-13.
5.      Anoname. Tinjauan pustaka.1-13.
6.      Cerika rismayanthi. Terapi insulin sebagai alternatif pengobatan bagi penderita diabetes.1-10.



0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates